Home Lifestyle Era New Normal, Kenali Jenis Masker untuk Tangkal Virus Corona

Era New Normal, Kenali Jenis Masker untuk Tangkal Virus Corona

Meski angka kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan setiap harinya, pemerintah baik pusat maupun di daerah sudah menerapkan new normal atau dibeberapa daerah dikenal dengan adaptasi kebiasaan baru.

Dalam fase new normal ini, masyarakat diperbolehkan untuk beraktifitas atau bekerja di luar rumah setelah beberapa bulan diminta untuk work from home (WFH). Salah satu syarat mutlak untuk beraktifitas di luar rumah adalah menggunakan masker. Masker diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona melalui droplet. Ada tiga jenis masker yang disarankan untuk dipergunakan oleh masyarakat.

1.Masker Kain

Masker jenis ini sangat disarankan oleh kementerian kesehatan untuk dipakai oleh semua orang yang beraktifitas di luar rumah. Selain harganya yang terjangkau, masker ini juga dapat diproduksi dalam jumlah banyak sehingga tidak akan terjadi kelangkaan seperti yang terjadi pada masker medis beberapa waktu lalu.

Masker kain meski terlihat sederhana dapat percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin masuk ke mulut dan lubang hidung. Masker kain efektif untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh, tertuma dari orang tak bergejala.

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, permintaan masker kain meningkat.

2. Masker Bedah

Kemampuan masker bedah untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung jauh lebih baik dibandingkan dengan masker kain. Masker yang dikenal juga dengan nama surgical mask ini memiliki lapisan yang menahan droplet yang terpercik saat orang lain batuk atau bersin.

Dikutip dari situs alodokter.com, masker bedah memiliki tiga lapisan yang terdiri dari lapisan luar yang antiair, lapisan tengah sebagai filter kuman serta lapisan dalam yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Dalam masa pandemi seperti saat ini, masker bedah diperuntukan untuk tenaga medis karena tingkat resiko tertular virus jauh lebih besar di banding masyarakat umum. Masker bedah tidak dapat dipakai berulang kali layaknya masker kain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk membuang masker bedah jika telah sekali dipakai. Masker bedah sendiri hanya dapat dipakai dalam waktu 8 jam.

3. Masker N95

Dari segi harga, masker N95 jauh lebih mahal dari masker bedah, namun masker jenis ini tidak hanya mampu menghalau droplet tapi juga partikel kecil di udara (aerosol) yang mungkin mengandung virus.

Masker 95 didesain secara pas untuk menutupi hidung dan mulut orang dewasa. Oleh karena itu, masker jika digunakan akan terasa lebih ketat di wajah hingga kerap kali kesulitan saat bernafas apalagi jika digunakan dalam waktu yang lama.

Masker ini diutamakan untuk digunakan untuk petugas medis yang memang kontak secara langsung dengan penderita Covid-19, misalnya dokter dan perawat.

Sama seperti masker bedah, masker N95 ini juga untuk sekali pemakaian. Sehingga bila sudah digunakan dalam waktu 8 jam harus segera dibuang ke tempat sampah khusus sampah medis.

Itulah jenis masker yang efektif untuk menangkal virus corona. Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta untuk menjaga jarak satu sama lain atau phyisical distancing. Imunitas yang baik juga diperlukan terhindar dari virus corona. Jadi, jangan lupa untuk berolahraga dan makan makanan yang bergizi juga bervitamin seperti buah dan sayur. Stay healthy!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini