Home Berita Embun Es Kembali Muncul di Dataran Tinggi Dieng

Embun Es Kembali Muncul di Dataran Tinggi Dieng

Dieng kembali menjadi trending topic di Twitter, Minggu (26/7/2020). Penyebabnya kemunculan fenomena embun es di objek wisata yang terletak di Kabupaten Banjarnegara tersebut.

Fenomena alam embun es di dataran tinggi Dieng sendiri muncul selama dua hari berturut-turut. Pada Sabtu (25/7/2020) embun es lebih tebal dibanding hari sebelummya dan suhu minus 3 derajat celsius.

Salah satu tempat yang dipenuhi embun es adalah kawasan komplek Candi Arjuna. Dalam foto yang diunggah oleh akun Twitter @alexjourneyID memperlihatkan rereumputan di kawasan candi tertutup butiran es tebal.

Fenomena alam embun es di dataran tinggi Dieng telah terjadi beberapa kali. Itu merupakan anomali cuaca ekstrem yang disebabkan oleh banyak faktor dan biasa terjadi di daerah dataran tinggi.

Dikutip dari Mongabay.com, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengatakan bahwa fenomena embun beku terpicu masuknya musim kemarau.

Menurutnya pada musim kemarau, dataran tinggi Dieng dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yakni mulai Mei hingga Agustus, terbentuknya upa air menjadi berkurang.

Lebih lanjut Setyoajie menyebut ada intrusi atau masuknya aliran massa udara di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) ke wilayah Indonesia termasuk Jateng yang didominasi angin timuran yaitu massa udara dingin dan kering yang berasal dari Benua Australia.

Ia juga mengungkapkan adanya outgoing solar radiation yang tinggi menyebabkan suhu turun drastis. Karena itulah, Dieng menjadi salah satu wilayah yang suhunya turun drastis dan mencapai di bawah titik beku dan jika suhu di bawah 0 derajat Celcius, maka muncul embun yang menjadi es.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lorong Kuno di Bekasi Tempat Pembantaian Tentara Jepang? Ini Kata Sejarawan

Soal lorong kuno yang ditemukan di bawah stasiun Bekasi disebut sebagai bekas tempat pembantaian tentara Jepang, sejarawan asal Bekasi Ali Anwar memberi...

Relief Candi Borobudur Ungkap Puluhan Tanaman Jawa Kuno

Puluhan spesies tumbuhan era Jawa kuno terungkap melalui identifikasi relief kisah Lalitavistara di Candi Borobudur. Identifikasi itu dilakukan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan...

Kerupuk Melarat, Camilan Renyah Digoreng Pakai Pasir

Santap siang selain pakai nasi panas dan sambal pedas, ada satu lagi yang tak boleh dilupakan, yaitu kerupuk. Kerupuk bagi banyak orang...

Smartphone Android Bakal Bisa Deteksi Gempa Bumi

Informasi yang simpang siur serta deteksi dini yang masih minim saat terjadi gempa bumi mendorong ahli untuk merancang deteksi gempa yang terhubung...

Komentar terkini