Home Berita Curah Hujan Tinggi, Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara

Curah Hujan Tinggi, Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara

Banjir bandang menerjang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan Senin (13/7/2020) malam. Banjir ini disebut yang terparah sepanjang sejarah Kota Masamba.

Ratusan rumah yang berada di sepanjang bantaran sungai Masamba terdampak paling parah. Korban jiwa berjatuhan dan masih banyak warga yang belum ditemukan.

Jaringan listrik dan telekomunikasi terputus. Tidak hanya di rumah warga namun juga bandara. Bahkan bandar udara, listrik dan jaringan telekomunikasi terputus akibat banjir.

Dalam video yang beredar di media sosial tampak terjangan air yang sangat dahsyat tidak hanya memporakporandakan bangunan, namun juga menghanyutkan beberapa warga. Lumpur tebal juga tampak menutupi jalanan di pusat kota.

Curah hujan yang mengguyur Kota Masamba dan sekitarnya membuat air meluap dan mengakibatkan banjir bandang.

Dikutip dari terasjabar.id, BMKG mengatakan banjir bandang di Kota Masamba terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (14/7). BMKG juga menyebut hujan dipengaruhi suhu muka laut di perairan Teluk Bone.

“Kejadian hujan lebat di wilayah Luwu Utara dipengaruhi oleh Suhu Muka Laut yang hangat di Teluk Bone,” jelas BMKG Makassar dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, hujan lebat di Luwu Utara juga dipengaruhi adanya daerah belokan angin atau konvergensi di wilayah Sulawesi bagian tengah. Hal ini memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus yang mengakibatkan terjadinya hujan lebat. Belum diketahui pasti jumlah korban meninggal akibat banjir bandang ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini