Home Unik Cikal Bakal Emoji Ada Sejak Masa Kekaisaran Jepang

Cikal Bakal Emoji Ada Sejak Masa Kekaisaran Jepang

Bagi pengguna aplikasi pesan instan di smartphone tentu tidak asing dengan yang namanya emoji. Bahkan pastinya sering digunakan saat chattingan.

Emoji merupakan sebuah gambar digital untuk menyampaikan ide dan perasaan. Emoji juga digunakan secara luas untuk mengekspresikan berbagai emosi. Seiring dengan penggunaan aplikasi pesan, penggunaan Emoji menjadi bagian dari berkomunikasi.

Dikutip dari ayobandung.com, tanggal 17 Juli 2014, CEO Emojipedia, Jeremy Burge, menginisiasi adanya Hari Emoji Dunia. Menurut Burge, sebuah selebrasi diperlukan untuk merayakan kemunculan ide dalam membuat emoji.

Pada saat itu dukungan untuk Emoji agak terbatas pada ponsel non-Apple. Menariknya, Emoji kalender yang ada pada perangkat iOS hanya menunjukkan tanggal 17 Juli. Tanggal 17 kemudian dipilih menjadi hari emoji sedunia.

Seorang insinyur sebuah perusahaan telepon Jepang NTT Docomo, bernama Shigetaku Kurita mendapat proyek yang mulanya ia anggap sebagai proyek biasa.

Ia diminta membuat serangkaian ikon yang bisa digunakan para pengguna telepon membaca informasi yang ditampilkan pelopor jasa web mobile.

Ikon-ikon ini juga dirancang bisa digunakan pengguna berkomunikasi satu sama lain. Terkait simbol-simbol itu diberi nama Emoji, Kurita mempunyai alasan tersendiri.

“Kata emoji sudah ada dari dulu dalam bahasa Jepang. Saya melakukan riset mengenai emoji ketika saya hendak memulai proyek tersebut. Ternyata emoji sudah ada semenjak periode Edo,” ujar Kurita seperti dikutip dari vice.com.

Dulu simbol-simbol yang disebut cikal bakal emoji digunakan untuk mengajarkan doa kepada mereka yang tidak bisa membaca atau menulis.

Pada tahun 2020 ini 117 emoji baru akan lahir. Salah satunya emoji tersenyum sambil menangis yang diprediksi akan menjadi emoji favorit saat seseorang patah hati tapi harus tetap tegar di depan kerabat dan keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Penyamun Kidul, Si Pengacau Kompeni

Pasca merengkuh Tanah Priangan dari Mataram melalui serangkaian perjanjian di tahun 1677, Kompeni tidak langsung mengurus wilayah barunya itu. Di samping maskapai...

Pembagian Wilayah Cirebon Dari Masa Ke Masa

Sejak dirintis oleh Pangeran Walangsung a.k.a Pangeran Cakrabuana di era Pajajaran akhir, Cirebon telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Pedukuhan kecil yang...

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Komentar terkini