Home Jejak Artefak Cerita Warga Pangandaran Temukan Gigi Hiu Purba Megalodon

Cerita Warga Pangandaran Temukan Gigi Hiu Purba Megalodon

Seorang warga Pangandaran, Banten menemukan sebuah batu yang diduga gigi hiu purba Megalodon. Penemuannya ini menjadi perhatian warganet pada akhir tahun 2019 lalu.

Nanang Mulyadi, warga Dusun Ciwangkal, RT 03, RW 01, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran tak menyangka batu yang ditemukan salah seorang pekerjanya itu merupakan bagian tubuh hewan purba.

Media daring kapol.id mengisahkan bagaimana Nanang menemukan batu yang diduga gigi hiu purba Megalodon. Saat itu, Nanang sedang membangun sebuah warung di depan rumahnya dan menggunakan batu cabluk sebagai penutup bagian dasar warungnya.

Ia lalu membeli batu cabluk di dekat Sungai Ciwayang yang mana saat ini sedang dilakukan penataan untuk kawasan wisata bodyrafting.

“Saat membangun warung, saya menggunakan batu cabluk sebagai penutup bagian dasar. Saya sengaja membeli batu cabluk di dekat Sungai Ciwayang yang mana saat ini sedang dilakukan penataan untuk kawasan wisata bodyrafting,” kata Nanang.

Namun, tiba-tiba salah seorang pekerja menghampirinya dan mengatakan menemukan batu yang diduga peninggalan purbakala. Nanang lalu membersihkan batu tersebut hingga mengkilap. Dia kemudian mengunggah foto batu itu ke media sosial.

Salah seorang rekannya lalu mengatakan jika batu itu mirip dengan gigi hiu purba Megalodon. Nanang pun searching di internet dan menemukan kemiripan antara batu temuannya dengan gigi hiu purba Megalodon.

Penemuan batu yang diduga berasal dari gigi hiu purba Megalodon juga pernah terjadi di Amerika Serikat. Pasangan Jessica Rose-Standafer Owens dan Simon Chandley Owens asal North Carolina, pada Agustus 2019 lalu menemukannya  di Pantai Wrightsville. Bentuk dan panjang giginya pun sangat mirip dengan apa yang ditemukan oleh Nanang. Panjangnya 14 cm atau 5,75 inci dan memiliki berat kurang dari setengah kilogram.

Batu tersebut kemudian diserahkan kepada ahli geologi di College of Charleston. peneliti itu akhirnya memastikan bahwa fosil yang mereka temukan adalah fosil gigi Hiu Megalodon yang usianya mencapai lima juta tahun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini