Home Jejak Tokoh Bung Hatta Yakin Koperasi Penggerak Ekonomi Rakyat

Bung Hatta Yakin Koperasi Penggerak Ekonomi Rakyat

Selain dikenal sebagai proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta atau akrab dipanggil Bung Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Tak hanya mempelajari seni berpolitik, pria kelahiran Bukittinggi 12 Agustus 1902 ini juga mendalami ilmu ekonomi. Bung Hatta merupakan tamatan Handels Hogeschool atau Sekolah Tinggi Bisnis dan Ekonomi di Rotterdam, Belanda.

Saat menuntut ilmu di Belanda, Bung Hatta sudah memiliki keyakinan jika koperasi merupakan penggerak perekonomian rakyat Indonesia. Dirinya yakin lewat koperasi kesejahteraan rakyat Indonesia akan terjamin dan roda ekonomi meningkat.

Dikutip dari buku Demokrasi untuk Indonesia: Pemikiran Politik Bung Hatta, untuk mematangkan pemikirannya soal koperasi, Hatta mengajak rekannya, Samsi untuk berkunjung ke Denmark dan mempelajari lebih dalam soal perekonomian, terutama koperasi pada 1925.

Dalam sebuah kesempatan di tahun 1951, Hatta pernah memnyampaikan pandangannya terkait perekenomian bangsa di Radio Republik Indonesia (RRI).

“Apabila kita membuka UUD 45 dan membaca serta menghayati isi pasal 38, maka nampaklah di sana akan tercantum dua macam kewajiban atas tujuan yang satu. Tujuan ialah menyelenggarakan kemakmuran rakyat dengan jalan menyusun perekonomian sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Perekonomian sebagai usaha bersama dengan berdasarkan kekeluargaan adalah koperasi, karena koperasilah yang menyatakan kerja sama antara mereka yang berusaha sebagai suatu keluarga,” ujar Hatta kala itu.

Hatta menaruh harapan besar pada koperasi sebagai penggerak perekonomian bangsa. Menurutnya, asas kekeluargaan dalam koperasi meningkatkan kepedulian semua anggota. Hingga tidak menimbulkan kesan adanya sekat antara atasan dan bawahan.

Hatta menganalogikan koperasi sebagai sebuah keluarga. Semua bertanggung jawab atas keselamatan rumah tangganya.

“Demikian pula para anggota koperasi sama-sama bertanggung jawab atas koperasi mereka. Makmur koperasinya, makmurlah hidup mereka bersama, rusak koperasinya, rusaklah hidup mereka bersama,” kata Hatta.

Berkat jasa-jasa serta pemikirannya, saat gelaran Kongres Koperasi Indonesia di Bandung, pada 17 Juli 1953, Mohammad Hatta diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini