Home Unik Bukan Monas, Maskot Jakarta Elang Bondol dan Salak Condet

Bukan Monas, Maskot Jakarta Elang Bondol dan Salak Condet

Wisawatan yang berkunjung ke Jakarta kerap kali menjadikan Monumen Nasional (Monas) sebagai latar belakang saat berfoto. Banyak yang menganggap Monas merupakan simbol kota Jakarta.

Namun ternyata monumen yang dibangun pada tahun 1971 tersebut bukanlah simbol dari Kota Jakarta. Simbol kota Jakarta yang sebenarnya adalah elang bondol dan salak condet. Keduanya bahkan terpampang di badan bus Transjakarta.

Dikutip dari Goodnewsfromindonesia.id, Gubernur ketujuh DKI Jakarta, Ali Sadikin melalui Keputusan Gubernur No. 1796 Tahun 1989 tentang maskot Jakarta.

Dalam keputusan tersebut elang bondol berwarna coklat dan berkepala putih dengan posisi bertengger pada sebuah ranting dengan beberapa buah salak condet dalam cengkramannya sebagai maskot ibukota Jakarta.

Elang bondol yang memiliki nama latin Haliastur indus ini merupakan burung migran yang juga terdapat di Australia, India, Cina Selatan, dan Filipina.

Jakarta merupakan salah satu tempat persinggahan tetap burung yang mampu terbang hingga ketinggian 3.000 meter ini.

Menurut laman jakarta-tourism.go.id, filosofi dipilihnya elang bondol, karena burung tersebut salah satu jenis burung yang dapat hidup lama, bahkan hingga 70 tahun.

Selain itu, elang bondol termasuk dalam jenis unggas yang tangguh dan pantang menyerah pada keadaan. Sehingga diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang tangguh dan tetap mempertahankan eksistensinya.

Maskot ibu kota selanjutnya adalah salak condet. Salak condet memiliki ciri khas yaitu ukurannya kecil, sedang, sampai besar dan memiliki warnanya coklat hingga kehitaman. Buahnya tebal memiliki rasa yang manis namun agak kesat.

Salak ini tidak kalah tenar dibandingkan dengan salak pondoh atau salak bali yang konon ketenarannya sudah mencapai seluruh wilayah Jawa dan Sumatera. Kawasan Condet sendiri aslinya merupakan kawasan cagar budaya seluas 18.228 hektar.

Seiring dengan bertambahnya pemukiman dan masyarakat pendatang, maka perkebunan salak serta proporsi masyarakat Betawi di kawasan tersebut semakin berkurang.

Bagi wisatawan atau warga Jakarta yang ingin meilihat langsung kebun dan buah salak condet dapat berkunjung ke Cagar Buah Condet di Balekambang, Condet Jakarta Timur. Cagar buah ini memiliki luas 3.5 hektar.

Jadi jangan salah lagi ya. Maskot ibukota Jakarta bukan Monas atau juga ondel-ondel tapi elang bondol dan salak condet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lorong Kuno di Bekasi Tempat Pembantaian Tentara Jepang? Ini Kata Sejarawan

Soal lorong kuno yang ditemukan di bawah stasiun Bekasi disebut sebagai bekas tempat pembantaian tentara Jepang, sejarawan asal Bekasi Ali Anwar memberi...

Relief Candi Borobudur Ungkap Puluhan Tanaman Jawa Kuno

Puluhan spesies tumbuhan era Jawa kuno terungkap melalui identifikasi relief kisah Lalitavistara di Candi Borobudur. Identifikasi itu dilakukan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan...

Kerupuk Melarat, Camilan Renyah Digoreng Pakai Pasir

Santap siang selain pakai nasi panas dan sambal pedas, ada satu lagi yang tak boleh dilupakan, yaitu kerupuk. Kerupuk bagi banyak orang...

Smartphone Android Bakal Bisa Deteksi Gempa Bumi

Informasi yang simpang siur serta deteksi dini yang masih minim saat terjadi gempa bumi mendorong ahli untuk merancang deteksi gempa yang terhubung...

Komentar terkini