Home Cerita Misteri Benarkah, Tidur Dengan Rambut Basah Akan Menyebabkan Pilek?

Benarkah, Tidur Dengan Rambut Basah Akan Menyebabkan Pilek?

Setelah melakukan aktivitas seharian di luar rumah, rambut kita mudah sekali kotor karena terpapar debu. Oleh karena itu, berkeramas di sore hari membuat tubuh menjadi lebih segar dan rileks, bahkan membuat kita juga lebih merasa nyaman untuk beristirahat. Tetapi, menurut orangtua tidur dengan kondisi rambut basah bisa menyebabkan sakit flu sehingga hal tersebut seringkali dihindari, terutama bagi anak-anak.

Menurut kalian pernyataan tersebut, mitos atau fakta? secara ilmu kedokteran penyebab flu adalah virus sehingga tidak ada kaitannya dengan rambut basah. Dokter Schaffner menyatakan bahwa “Pernyataan tidur saat rambut basah menyebabkan pilek karena adanya anggapan ketika salah satu organ tubuh basah maka akan mengalami kedinginan sehingga akan membuat kita terserang pilek”

Jadi, sakit pilek memang bukan disebabkan oleh rambut yang basah karena secara ilmu kedokteran pilek terjadi karena virus.

Pernyataan serupa juga dinyatakan oleh Dokter Dominic, “Penyebab sakit flu adalah paparan virus, bukan karena tubuh merasa kedinginan”.

Dari pernyataan kedua ahli kesehatan tersebut menyatakan bahwa tidur dengan rambut basah menyebabkan pilek adalah mitos. Tetapi, bukan berarti tidur dengan kondisi rambut basah itu efeknya baik.

Meskipun dianggap sebagai mitos, tetapi sebenarnya pernyataan tersebut juga ada benarnya. Sesekali kita tidur dengan rambut basah maka ketika bangun tubuh menjadi merasa lemas, bersin-bersin, meskipun tak langsung pilek. Hal tersebut secara logika terjadi karena tubuh merasa kedinginan yang dianggap sebagai salah satu gejala pilek.

Anak mudah harus tahu, sejak zaman nenek moyang masyarakat Indonesia sudah diajarkan untuk tidak tidur dalam kondisi rambut basah meskipun saat itu belum ada ilmu kedokteran. Dipertegas dari pendapat John Ruggiero yang menyatakan bahwa “Tidur dengan rambut basah bukanlah hal yang baik dilakukan”.

Dari pernyataan tersebut kita dapat mengetahui bahwa tidur dengan kondisi rambut yang basah memang efeknya tidak baik, berikut ini beberapa alasannya.

Menjadikan Rambut Rusak

Salah satu alasan tidak boleh tidur dalam kondisi rambut basah yaitu akan membuat rambut menjadi kusut, rontok, dan sulit diatur saat bangun. Kok bisa? rambut yang pastinya sangat lembab akan terus menyatu sehingga saat kalian tidur rambut tidak beraturan. Bahkan, saat bangun tidur rambut basahmu tidak akan kering sempurna. Oleh karena itu, saat rambut sudah dalam kondisi kering akan menjadi kusut dan susah diatur.

Jika, di lihat orang jaman dulu memiliki kondisi rambut yang lebih kuat dan tebal, berbeda dengan jaman sekarang sebagian besar orang mengeluh memiiki rambut yang kusut.

Nah, Nusantara dulu hebat meskipun belum ada obat rambut dengan segala jenis perawatannya tetapi masyarakatnya sudah tahu cara merawat kesehatan rambut menggunakan bahan alami atau rempah-rempah, seperti kayu manis untuk membuat rambut lebih sehat.

Penumpukkan Bahan Kimia di Bantal

Dibandingkan zaman dahulu yang selalu menggunakan bahan alami untuk kesehatan rambut, sekarang sebagian besar orang menggunakan berbagai produk berbahan kimia untuk menutrisi rambunya.

Setelah keramas biasanya diolesi dengan tonic dan serum untuk rambut, jika kalian tidur dalam kondisi rambut beroleskan bahan kimia tentunya akan mengakibatkan penumpukan bahan kimia dibantal yang bisa membahayakan kesehatan kulit wajah.

Menggunakan bantal yang kotor pastinya akan menimbulkan bakteri dan jamur yang akan mudah masuk ke dalam kulit sehingga membahayakan kulitmu.

Meskipun, dianggap mitos tetapi ada banyak efek negatif tidur dengan kondisi rambut basah sehingga kita harus menghindarinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini