Home Jejak Belajar Sejarah Melalui Koleksi Benda Pusaka di Museum Talagamanggung

Belajar Sejarah Melalui Koleksi Benda Pusaka di Museum Talagamanggung

Museum Talagamanggung merupakan sebuah museum yang menyimpan koleksi berupa peninggalan-peninggalan sejarah pada masa kejayaan Kerajaan Talaga yang terletak di bagian selatan Kabupaten Majalengka. Jaraknya hanya sekitar 26 km dari pusat kota Majalengka.

Semua koleksi yang ada di museum tersebut konon merupakan benda-benda pusaka yang disimpan oleh Adipati Suwarga, sang pendiri museum.

Yuk, intip bagaimana sejarah pendirian museum ini serta apa saja sih koleksi-koleksi yang ada di dalamnya!

Museum Talagamanggung berdiri di masa kejayaan Kerajaan Talaga

Kerajaan Talagamanggung sendiri jaya pada tahun 1291-1371 Masehi dan pertama kali dipimpin oleh seorang raja bernama Batara Gunung Picung.

Di era ke-X Kerajaan Talaga, Rd Adipati Suwarga yang saat itu menjadi pemegang takhta kerajaan, mendirikan sebuah tempat untuk mendukung pelaksanaan tatanan kerajaan, Tempat tersebut dinamakan Bhumi Ageung. Hingga saat ini, Bhumi Ageung masih berdiri kokoh dan dijadikan sebagai tempat tinggal keturunan raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Talaga.

Untuk menyimpan senjata dan benda-benda pusaka kerajaan, di seberapa Bhumi Ageung didirikan bangunan lain yang disebut Bhumi Alit.

Setelah Rd Adipati Suwarga meninggal, posisinya ingin digantikan oleh putra pertamanya yang bernama Adipati Wiranata pada 1715 M. Namun, Pangeran Natadilaga yang merupakan putra dari Adipati Kusumayuda (saudara laki-laki Adipati Suwarga protes. Ia merasa bahwa ia juga memiliki hak atas Kerajaan Talaga.

Agar tidak terjadi pertikaian antara keluarga kerajaan, para sesepuh saat itu akhirnya membagi kerajaan menjadi dua bagian. Kerajaan Talagakidul dipimpin oleh Adipati Wiranata dan Kerajaan Talagakaler dipimpin oleh Pangeran Natadilaga.

Sejak saat itu juga Kerajaan Talaga bahkan dibagi menjadi 4 kabupaten sesuai arah mata angin. Namun saat pemerintah kolonial Hindia Belanda datang ke Indonesia, 4 kabupaten tersebut digabung menjadi satu.

Singkat cerita, setelah beberapa kali pemisahan dan penggabungan, kekuasaan politik di wilayah tempat Bhumi Alit berdiri tidak dipegang oleh siapapun.

Sejak saat itu Bhumi Alit berganti nama menjadi Museum Talagamanggung. Dulunya ada 9 orang yang ditugaskan untuk merawat benda-benda pusaka yang ada di sana.

Belajar Sejarah di Museum Talagamanggung

Sebagaimana fungsi museum pada umumnya, Museum Talagamanggung dapat digunakan untuk belajar sejarah.

Bangunan museum ini dibuat di satu lantai yang terdiri dari tiga ruangan. Di ruangan pertama, pengunjung museum akan menemukan silsilah raja-raja Talaga, Di dua rungan lain, barulah kita menemukan koleksi benda-benda peninggalan kerajaan.

Benda-benda koleksi tersebut berupa patung perunggu, seperti patung Simbar Kancana, patung Raden Panglurah, dan patung perunggu lainnya. Pengunjung juga dapat menemukan  senjata pusaka berupa keris, kujang, tombak, meriam, hingga baju perang yang dulu sering digunakan keluarga kerajaan untuk berperang.

Hal unik lain yang dapat kamu lihat di sana adalah mata uang gobog, yaitu nilai tukar yang dulu berlaku di Kerajaan Talaga. Tidak ketinggalan, koleksi benda kesenian seperti teko, guci, gamelan, dan sebagainya, juga dapat kamu temukan di sana.

Meskipun menyimpan banyak koleksi sejarah, sangat disayangkan museum ini tidak dikunjungi banyak wisatawan. Bahkan kadang dalam satu hari tidak ada pengunjung yang datang. Kalaupun ada pengunjung, kebanyakan adalah kaum pelajar.

Menurut kamu, bagaimana cara kita untuk menumbuhkan kecintaan generasi sekarang terhadap sejarah? Sangat disayangkan jika semua peninggalan-peninggalan nenek moyang kita tidak diketahui dan dipelajari kembali oleh generasi kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Carok, Tradisi Duel Sengit dari Madura

Indonesia dikenal sebagai negara multikultural. Negara ini terdiri dari beragam suku bangsa yang masing-masing memiliki kebudayaan yang khas...

Tradisi Unik pada Pernikahan Suku Tidung: Pengantin Dilarang Buang Air Besar

Berbicara tentang suku, budaya, dan tradisi, Indonesia merupakan sebuah wilayah yang sangat kaya akan hal-hal tersebut. Setiap wilayah di Indonesia memiliki budaya...

Misteri Desa Karang Kenek: Kutukan atau Kebetulan?

Jika kita berbicara soal misteri, negara kita pasti selalu masuk daftar negara dengan banyak hal unik serta misteri-misteri yang belum terpecahkan. Beberapa...

Misteri Batu Bleneng di Tol Cipali

Bukan hanya hutan, gunung, laut, jembatan, ternyata jalan tol di Indonesia juga ada yang menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Komentar terkini