Home Cerita Misteri Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok pecinta alam. Berbeda dengan Gunung Salak, Gunung Guntur, Gunung Ciremai, dan gunung lainnya di Jawa Barat yang kerap dijadikan sebagai target pendakian. 

Secara kasat mata, Gunung Sidahurip memang memiliki bentuk yang berbeda dari gunung-gunung lain yang ada di Jawa Barat. Gunung ini memiliki bentuk seperti piramida. Hal tersebut membuat masyarakat percaya bahwa memang terdapat piramida di balik megahnya Gunung Sidahurip.

Namun, terdapat dua versi berbeda tentang keberadaan piramida di dalam gunung ini, yakni versi kepercayaan masyarakat dan versi penelitian.

Yuk, simak cerita dari kedua versi tersebut!

Versi 1: Gunung Sidahurip dipercaya menyimpan misteri

Meskipun tidak terlalu populer di kalangan para pecinta alam, misteri yang dipercaya masyarakat tersimpan dalam gunung ini sangatlah populer di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung. 

Misteri berupa adanya piramida yang usianya sudah sangat tua di dalam Gunung Sidahurip memang kerap menjadi topik perbincangan di antara pemerhati budaya Sunda. Mereka percaya bahwa keberadaan piramida tersebut cukup logis mengingat tingginya peradaban Sunda di masa lalu. 

Meskipun sudah ada penelitian dari para geolog dan arkeolog yang menyatakan bahwa tidak ada piramida di Gunung Sidahurip, namun kepercayaan yang sudah ada sejak zaman dulu mengenai misteri gunung tua ini sudah terlanjur masuk dan diterima masyarakat. Ditambah lagi fakta bahwa Gunung Sidahurip tidak pernah mengalami longsor meskipun tidak banyak pohon yang tumbuh di sana.

Konon masyarakat sekitar gunung juga sering melihat cahaya putih bersinar dari puncak gunung. 

Fenomena-fenomena tersebut semakin membuat masyarakat percaya bahwa Gunung Sidahurip memiliki misteri yang belum terkuak. Namun meski mereka yakin ada piramida di dalam gunung ini, masyarakat berusaha untuk tidak menggalinya. Menurut kepercayaan mereka, jika gunung ini digali, maka akan ada bencana besar yang menimpa daerah sekitar gunung. 

Versi 2: Tidak ada paramida di Gunung Sidahurip

Sujatmiko, seorang geogolog yang merupakan anggota dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), menyatakan bahwa keberadaan piramida tua di dalam Gunung Sidahurip hanya mitos semata. Ia telah melakukan sebuah riset dengan meneliti jenis batuan di gunung tersebut, hasilnya menunjukkan tidak ada piramida di dalamnya. 

Ia menyebutkan beberapa alasan mengapa ia berani mengatakan tidak ada piramida dibangun di dalam gunung sidahurip. Selain karena batuan yang ditemukan di setiap sisi gunung adalah batuan solid, bekas-bekas pengerjaan piramida juga tidak ditemukan di sekitar gunung.

Sebelumnya memang ditemukan sebuah batu dengan tulisan Mesir kuno, namun setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, batu tersebut adalah silica yang sudah lapuk. Selain itu, masyarakat sekitar juga melihat ada goa di badan gunung yang dipercaya sebagai pintu masuk menuju piramida. Namun setelah goa tersebut ditelusuri, ditemukan bahwa kedalaman goa hanya beberapa meter. Di dalamnya tidak terdapat batu-batuan yang merupakan hasil pahatan manusia. 

Pada 7 Februari 2012, Staf ahli Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, para ahli geologi, bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) pernah menggelar sebuah diskusi terkait dengan Gunung Sidahurip dan Gunung Salak. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kekayaan alam serta peradaban Indonesia di masa lampau.

Nah, demikian dua versi tentang keberadaan piramida dalam Gunung Sidahurip. Kamu ada di tim yang mana? Tim sesepuh atau tim peneliti?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini