Home Jejak Bandung, Ibukota Impian Belanda yang Kandas

Bandung, Ibukota Impian Belanda yang Kandas

Pemindahan ibukota merupakan hal yang lazim. Sejumlah negara seperti Brazil, Jepang, dan Australia memutuskan untuk memindahkan ibukotanya. Bahkan, pada 2024, Indonesia berencana memindahkan ibukota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ada beberapa alasan suatu negara berusaha memindahkan ibukotanya. Padatnya penduduk di ibukota lama, ancaman perang, faktor kesehatan menjadi sejumlah alasan perpindahan ibukota. Biasanya suatu negara memindahkan ibukota masih di wilayah negara tersebut. Mungkin hanya beda provinsi atau negara bagian.

Namun bagaimana jika suatu negara berencana memindahkan ibukota ke negara lain atau negara jajahannya? Suatu yang aneh namun terbersit dibenak mantan Perdana Menteri Belanda (PM) Dirk Jan de Geer.

Perang Dunia II yang pecah sejak 1 September 1939 mengakibatkan Belanda jatuh ke tangan Jerman sejak Mei 1940. Menghadapi situasi perang dan kecamuk di dalam negeri, Ratu Kerajaan Belanda, Ratu Wilhelmina memutuskan untuk diungsikan ke London, Inggris.

Menyadari kondisi pemerintahan morat-marit akibat perang, PM Dirk Jan de Geer memberi usulan untuk memindahkan pemerintahan darurat dari Amsterdam, Belanda ke Bandung.

Tak cuma pemerintahan yang ‘diungsikan’ ke Bandung, namun juga muncul rencana untuk memindahkan sang simbol kerajaan Belanda, Ratu Wilhelmina. Juli 1940, giliran Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer menawarkan Ratu Wilhelmina untuk pindah dari London, Inggris ke Bandung.

Sejarawan Haryanto Kunto dalam Bandung buku Balai Agung Kota Bandung seperti dimuat pada laman historia.id, menyebut rencana kepindahan Ratu Wilhelmina dari London ke Bandung ditolak sang ratu.

Karena alasan kesehatan, Ratu Wilhelmina enggan pindah ke daerah tropis meski Bandung dikenal memiliki udara yang sejuk mirip Eropa. Ratu Wilhelmina ingin tinggal dekat Belanda selama masa peperangan. Dirinya bekerjasama dengan Inggris untuk merebut kembali kemerdekaan Belanda.

Pada tahun 1916 sebenarnya ibukota Hindia Belanda juga nyaris pindah ke Bandung. Saat itu Batavia (Jakarta sekarang) dinilai sudah padat penduduk. Kantor dinas pemerintahan pun sudah banyak yang keluar dari Batavia.

Bahkan pemindahan ibukota dari Batavia ke Bandung sudah melalui studi akademis yang dipimpin J.Klopper, rektor Technische Hoogeschool (sekarang Institut Teknologi Bandung)

Sayang rencana matang tersebut kandas akibat depresi ekonomi yang melanda Eropa pada dekade 1930-an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Sejarah Pendidikan Perempuan di Siak Sri Indrapura

Sejak dahulu pendidikan merupakan hal yang sangat diperlukan bagi seluruh perempuan agar menjadi sosok individu yang cerdas, kreatif, berpengetahuan luas, dan inovatif....

Perwalian Kekuasaan Putra Wiralodra

F. C. Hasselaer adalah salah seorang pejabat VOC yang selanjutnya berposisi sebagai Residen Cirebon. Dalam memorinya yang berangka tahun 1765, pejabat yang...

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Komentar terkini