Home Agama Bacaan Niat Serta Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Bacaan Niat Serta Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Hari raya Idul Adha tinggal hitungan hari. Idul Adha jatuh setiap tahunnya pada 10 Dzulhijjah.

Umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan ibadah puasa sunah dua hari sebelum hari raya id. Yaitu puasa tarwiyah dan puasa arafah.

Puasa tarwiyah pada 8 Dzulhijjah. Selain itu ada pula puasa sunah Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Dikutip dari NU Online, anjuran untuk mengamalkan puasa tarwiyah dapat ditemukan dari dalil umum sejumlah hadits yang mengajak umat Islam untuk beramal saleh terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Berikut ini adalah hadits riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).

Dalam bahasa Arab, tarwiyah berarti proses berpikir. Pada hari tersebut merupakan hari saat Nabi Ibrahim AS merenung soal mimpinya menerima perintah Allah SWT.

Adapun lafal niat puasa tarwiyah adalah sebagai berikut.

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala. Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Lalu pada 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS bermimpi. Beliau memahami bahwa mimpinya adalah wahyu dari Allah SWT. Oleh karena itu, hari ini juga disebut sebagai hari Arafah.

Adapun lafal niat puasa arafah adalah sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Sebagaimana puasa pada umumnya, kaum muslim disunahkan bagi setiap orang yang akan berpuasa untuk melakukan sahur sebelum waktu subuh tiba.

Untuk melafadzkan niat sendiri sebelum subuh adalah sunah. Artinya, bila Anda tidak berniat sebelum subuh namun ingin melaksanakan puasa, ibadah masih tetap sah.


Sumber: islam.nu.or.id, tirto.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Penyamun Kidul, Si Pengacau Kompeni

Pasca merengkuh Tanah Priangan dari Mataram melalui serangkaian perjanjian di tahun 1677, Kompeni tidak langsung mengurus wilayah barunya itu. Di samping maskapai...

Pembagian Wilayah Cirebon Dari Masa Ke Masa

Sejak dirintis oleh Pangeran Walangsung a.k.a Pangeran Cakrabuana di era Pajajaran akhir, Cirebon telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Pedukuhan kecil yang...

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Komentar terkini