Home Lifestyle Asal-Usul Ramalan Zodiak yang Harus Kamu Tahu

Asal-Usul Ramalan Zodiak yang Harus Kamu Tahu

“Ah, pantes aja kelakuan dia kayak gitu. Kan zodiaknya ini.”

Kalimat di atas pasti udah gak asing lagi telinga, apalagi kalau pas ngobrol bareng teman. Semua tingkah laku pasti dikaitkan dengan zodiak atau ramalan bintang.

Ada juga banyak orang yang suka melihat ramalan zodiak minggu ini hanya untuk mengetahui keadaan asmaranya pekan ini, apakah keuangan aman? Kesehatan ngedrop apa nggak karena keseringan begadang.

Sebelum kita membahas ramalan zodiak lebih lanjut, apakah kalian sudah tau bahwa zodiak itu terbagi menjadi dua: zodiak tropikal dan zodiak sideral.

Zodiak tropikal dan sideral merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dua definisi yang berbeda-beda dari satu tahun. Istilah tersebut juga digunakan sebagai istilah untuk dua sistem koordinat ekliptika yang digunakan dalam astrologi.

Keduanya membagi ekleptika menjadi beberapa tanda-tanda bernama seperti rasi bintang, tapi sidereal mendefinisikan sistem tanda-tanda tersebut berdasarkan bintang tetap, sementara tropis mendefinisikan sistem itu didasarkan pada posisi vernal equinox di belahan bumi utara.

Lalu yang digunakan saat ini jenis zodiak yang mana? zodiak tropikal lah yang biasanya digunakan ‘meramal’ asmara, kesehatan, dan keuangan kamu.

Hubungan antara zodiak dan astrologi

Zodiak atau ramalan bintang selalu dikaitkan dengan astrologi, yakni ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya dengan nasib manusia. Benda tata surya berupa planet, bulan dan matahari.

Astrologi muncul pertama kali pada 400SM. Diciptakan oleh bangsa Mesir Kuno yang kemudian dipatenkan serta diberi nama oleh bangsa Yunani Kuno sebagai zodiak yang terdiri dari 12 nama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capicorn, Aquarius dan Pisces.

Nama-nama zodiak tersebut ada kaitannya dengan nama hewan, pahlawan dan juga dewa-dewi Yunani yang wajib banget diingat saat itu. Perhitungan ini disebut dengan lingkaran hewan yang akhirnya menjadi benih pembentukan simbol bintang yang mewakili nama setiap bulan dalam satu tahun seperti yang dikenal saat ini.

Zodiak semakin popular setelah dilanjutkan lagi oleh Bangsa Babilonia tepatnya suku Babel, suku yang memang terkenal dengan entitas yang suka menyembah benda- benda langit, karena mereka meyakininya sebagai dewa-dewi yang memprediksi masa depan melalui pergerakan benda-benda langit termasuk bumi.

Sehingga sejak saat itu, zodiak dipercaya bisa meramalkan masa depan seseorang berdasarkan dengan keadaan pergerakan unsur-unsur yang terdapat di langit dan bumi. Selain itu, zodiak juga dipercaya bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. 

Praktik meramal berdasarkan bintang diturunkan pada tahun 539SM dan menyebar pesat ke Eropa, Timur Tengah, India hingga seluruh dunia.

Waktu kelahiran ternyata bisa dijadikan sebagai asas bagaimana sifat seseorang tersebut akan terbentuk ketika dewasa dan sekaligus juga bisa mengetahui tentang masa depannya melalui zodiak. 

Hal ini berhubungan dengan empat elemen yang merupakan unsur-unsur alam diantaranya, tanah, udara, api dan air. Bahkan berdasarkan empat elemen tersebut juga dapat memprediksi warna kesukaan masing-masing zodiak.

Yang pasti, masih sangat banyak orang yang mempercayai hal ini dan mereka menggunakannya untuk menganalisis kepribadian setiap orang untuk urusan tertentu walau mungkin semuanya belum tentu akurat.

Entah ada hubungannya atau tidak, terkadang antara zodiak dengan sifat dan kepribadian seseorang ada kesamaannya . Menurut kamu gimana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini