Home Jejak Artefak Ada Candi Mirip Piramida Suku Maya di Lereng Gunung Lawu

Ada Candi Mirip Piramida Suku Maya di Lereng Gunung Lawu

Gunung Lawu akhir-akhir tengah jadi topik hangat di media sosial. Berawal dari seorang pendaki gunung yang tewas usai mengantarkan rekannya buang air. Banyak yang menyebut pendaki tersebut kerasukan sebelum tewas.

Hal itu berdasarkan tingkah tak lazim saat ia bertemu rombongan pendaki lainnya. Pendaki tersebut terlihat bertelanjang dada dan membungkus kayu dengan bajunya. Padahal saat itu udara dingin.

Gunung Lawu sendiri dikenal sebagai tempat yang angker. Banyak mitos yang beredar dan hingga kini dipercayai masyarakat dan juga pendaki. Namun ternyata siapa sangka ada di lereng Gunung Sewu terdapat dua buah candi yang disebut lebih tua dari piramida milik suku Maya di benua Amerika.

Dikutip dari Goodnewsfromindonesia.id, dua candi di lereng Gunung Sewu yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho usianya lebih tua dibanding piramida yang dibangun Suku Maya.

Berdasarkan hasil dari penelitian pihak asing, menurut Polet -biasa dipanggil Pak Po, sosok yang sangat dekat dengan Lawu, menyebutkan jika keberadaan Candi Cetho dan Sukuh tersebut bukan dibuat pada zaman Brawijaya.


Bahkan kabarnya jauh sebelum zaman kerajaan Brawijaya, candi ini sudah ada. Saat Prabu Brawijaya menemukan candi ini, raja hanya menambahkan beberapa bentuk bangunan atau pahatan pada candi.

Menurut Pak Po ada keanehan lain adalah hasil pahatan yang terdapat pada relief Candi Cetho dan Sukuh sangat simpel dan sederhana. Berbeda dengan pahatan jaman Majapahit yang lebih detil juga dan rapi.

Bukti lain yang menunjukkan usia candi di bawah lereng Gunung Lawu ini tertua dibandingkan candi-candi lain di dunia, saat utusan peneliti dari Suku Maya dari Amerika Latin datang ke Candi Sukuh pada tahun 1982 silam.

Menurutnya, ketika itu peneliti dari suku maya ini datang ke candi Sukuh dengan di dampingi oleh pecinta alam asal Australia. Yang sangat tertarik dan ingin meneliti lebih lanjut adanya candi di Indonesia yang memiliki bentuk sama dengan candi atau piramida peradaban Maya.

“Mereka mengambil sempel lumut dan batu untuk diteliti pada tahun 1982. Hasilnya sangat mengagetkan peneliti Suku Maya ini. Setelah diteliti, ternyata Candi Sukuh usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan candi milik Suku Maya,”terangnya.

Masyarakat setempat juga percaya, di sekitar lereng Gunung Lawu ada sebuah desa yang hilang. Meski sejumlah artefak telah ditemukan, namun penyebab hilangnya desa tersebut hingga kini belum diketahui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lagi, Gempa Bumi Guncang Bayah Banten

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi mengguncang Bayah, Banten, Kamis (6/8/2020). Gempa bermagnitudo 3,3 terjadi pukul 14.40 WIB

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Komentar terkini