Home Lifestyle Film 5 Film Perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang Wajib Ditonton

5 Film Perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang Wajib Ditonton

Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang. Salah satu cara untuk memperingatinya adalah dengan menonton film bertema perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan.

Sejak satu dekade terakhir, para sineas menggarap film-film yang mengangkat kisah perjuangan rakyat dan para tokoh bangsa memperjuangankan kemerdekaan. Tapak.id merangkum 5 film tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton, sebagai berikut.

1.Jendral Soedirman (2015)

Adipati Dolken berperan sebagai Jendral Soedirman. (Youtube/Jendral Sudirman)

Film Jenderal Soedirman digarap sutradara Viva Westi. Film yang rilis pada 2015 ini mengisahkan perjuangan Jenderal Soedirman yang diperankan Adipati Dolken dalam melawan penjajahan Belanda secara gerilya.

Meskipun dalam menyusun selama peperangan, Jendral Soedirman juga berjuang melawan sakit paru-paru yang dideritanya. Di tengah keterbatasan dan prajurit yang sedikit, Jendral Soedirman menyusun rencana menyerang Belanda yang saat itu menganggap Indonesia sudah tidak ada. Film ini mengambil setting tempat di Yogyakarta, Bandung, Magelang, dan Wonosari.

2.Sang kiai (2013)

Ikranagara berperan sebagai Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari di film Sang Kiai. (dok.Youtube/MVIDA Trailer)


Sang Kiai adalah film drama Indonesia yang tayang pada tahun 2013. Film yang dibintangi aktor senior Ikranagara dan aktor muda Adipati Dolken ini mengangkat kisah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur yakni Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari.

Pada masa pemerintahan Jepang, rakyat Indonesia diminta untuk melakukan sekerei (hormat kepada matahari). KH.Hasyim Asyari (Ikranagara) menentang tegas aturan Jepang ini. Menurutnya sikap tersebut menyimpang dari ajaran Agama Islam. Pemerintah Jepang lalu menangkap KH Hasyim Asyari. Para santri pun marah dan berusaha membebaskan sang Kiai.

3.Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Ario Bayu berperan sebagai Ir.Soekarno dalam film Soekarno: Indonesia Merdeka. (dok.solopos.com)


Di akhir tahun 2013, sutradara Hanung Bramantyo menggarap film tentang kehidupan proklamator sekaligus bapak Bangsa Indonesia, Ir.Soekarno. Dibintangi Ario Bayu sebagai Soekarno, film ini diberi judul Soekarno: Indonesia Merdeka.

Film ini berfokus pada masa-masa awal perjuangan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan Soekarno mendapat dukungan penuh dari istrinya, Inggit Garnasih (Maudy Koesnaedi). Dalam perjalanannya, Soekarno bertemu Mohamad Hatta yang diperankan Lukman Sardi. Keduanya saling mengisi sampai akhirnya berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Tak hanya berfokus pada perjuangan mencapai kemerdekaan, film ini juga menggambarkan perjalanan cinta Soekarno bersama Inggit dan Fatmawati (Tika Brivani).

4.Merah Putih (2009)

Potongan layar Trilogi Merdeka: Merah Putih yang rilis pada 2009. (dok.cumicumi.com)

Jika tiga film di atas mengangkat kisah nyata dari para tokoh bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan, film Merah Putih lebih berupa cerita fiksi. Mengisahkan prajurit Indonesia bertempur pada masa agresi militer I tahun 1947

Dalam film ini bercerita empat kadet: Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifku Wikana) dan Marius (Darius Shynatria), meski keempatnya bersatu dan berjuang bersama dalam perang gerilya demi mengalahkan para tentara Belanda. Film ini menjadi awal dari trilogi Merdeka.

Sebagai informasi, film Merah Putih mengambil syuting di tiga kota Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta.

5. Darah Garuda (2010)

Potongan layar film trilogi Merdeka: Darah Garuda yang rilis pada 2010. (dok.Youtube/Flix TV)

Masih mengisahkan cerita perjuangan empat kadet: Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifku Wikana) dan Marius (Darius Shynatria) dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indoensia dari pasukan sekutu.

Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947.

Dalam perjalannya, keempat kadet harus berjibaku menembus dalam ke hutan. Mereka lalu bertemu dengan kelompok separatis, juga sekutu baru maupun yang pengkhianat yang berasal dari pribumi.

Masih banyak film-film tanah air lainnya yang mengisahkan tentang perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dari sekian banyak film tersebut, satu yang dapat kita ambil sebagai generasi penerus bangsa: semangat pantang menyerah.

Jika di masa lalu, bangsa Indonesia bersatu melawan penjajah, hari ini bangsa Indonesia juga harus selalu bersatu agar terhindar dari isu-isu perpecahan yang dihembuskan provokator. Seperti yang pernah disampaikan Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir.Soekarno.

“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri.”

sumber: Wikipedia | Tirto.id | Solopos.com | cumicumi.com | Tribunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Carok, Tradisi Duel Sengit dari Madura

Indonesia dikenal sebagai negara multikultural. Negara ini terdiri dari beragam suku bangsa yang masing-masing memiliki kebudayaan yang khas...

Tradisi Unik pada Pernikahan Suku Tidung: Pengantin Dilarang Buang Air Besar

Berbicara tentang suku, budaya, dan tradisi, Indonesia merupakan sebuah wilayah yang sangat kaya akan hal-hal tersebut. Setiap wilayah di Indonesia memiliki budaya...

Misteri Desa Karang Kenek: Kutukan atau Kebetulan?

Jika kita berbicara soal misteri, negara kita pasti selalu masuk daftar negara dengan banyak hal unik serta misteri-misteri yang belum terpecahkan. Beberapa...

Misteri Batu Bleneng di Tol Cipali

Bukan hanya hutan, gunung, laut, jembatan, ternyata jalan tol di Indonesia juga ada yang menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Komentar terkini